Sebelumkita mencintai seseorang,cintalah kepada ALLAH terlebih dahulu. 58 likes. Community Hanyakepada Allah kita berserah diri, bukan pada beratnya ujian hidup, pada rasa cemas atau rasa takut, apalagi pada orang lain. Allah lah yang memberikan kekuatan dan yang paling layak untuk KOMPASTV - Ada banyak memang yang bisa kita syukuri. Tetapi, adakalanya kita merasa kecewa atas musibah yang menimpa. Lantas, bagaimana cara menyikapinya? Rezeki, maut, dan jodoh adalah takdir Allah SWT. Namun, seringkali kita sedih berlebihan bila mengalami suatu kemalangan seperti kematian, tidak kunjung mendapat jodoh, atau kehilangan harta benda. Tidak hanya itu, ada juga peristiwa saat Fast Money. Hadis tentang Pentingnya Menjaga dan Melakukan Kebersihan. Dok. Rumah BerkahSetiap manusia menyukai kebersihan dan keindahan. Dan itu adalah hal yang lumrah. Karena memang begitulah kodratnya. Tak ada manusia yang tidak menyukai kebersihan dan keindahan. Kecuali bagi mereka yang kurang waras’ akal dan pikirannya. Al-Quran maupun hadis Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam SAW diterangkan berbagai hal mengenai pentingnya menjaga kebersihan maupun Al-Quran surah Al-Maidah [5] ayat 6, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk membersihkan diri apabila mereka mau mendirikan shalat, yakni dengan berwudhu. Atau mandi besar janabat bila mereka terkena hadats besar junub, dan bertayamum bila mereka sakit atau tidak menemukan air untuk berwudhu. Dalam ayat tersebut, sangat jelas bahwa sebelum menghadap untuk beribadah kepada Allah yang Maha Agung, Maha Mulia, Maha Penyayang, maka seorang muslim hendaknya bebersih diri terlebih dahulu. Scroll untuk membaca Scroll untuk membaca Begitu pula dalam berbagai hadits, Rasulullah SAW memerintahkan umatnya untuk senantiasa bersuci dan membersihkan diri. Di dalam hadis yang diriwayatkan dari Imam Muslim, Rasul SAW bersabda الطُّهُوْرُ شَطْرُ اْلإِيْمَانِAth-Thahuuru Syathrul Iimaan. “ Kebersihan itu sebagian setengah dari iman.” HR. Muslim.Dalam hadis lain Rasulullah SAW bersabda, عَنْ أَبِي مَالِكٍ الْأَشْعَرِيِّ رَضِي اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمَانِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلأُ الْمِيزَانَ وَسُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ تَمْلآَنِ أَوْ تَمْلأُ مَا بَيْنَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَالصَّلاةُ نُورٌ وَالصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ وَالصَّبْرُ ضِيَاءٌ وَالْقُرْآنُ حُجَّةٌ لَكَ أَوْ عَلَيْكَ كُلُّ النَّاسِ يَغْدُو فَبَايِعٌ نَفْسَهُ فَمُعْتِقُهَا أَوْ مُوبِقُهَا رواه مسليمArtinya Dari Abu Malik al-as’ari berkata, Rasulullah saw. Bersabda, “Bersuci itu sebagian dari iman, membaca alhamdulillah adalah memenuhi timbangan amal, membaca subhanallah wal hamdulillah adalah memenuhi seisi langit dan bumi, salat sunah adalah cahaya, sedekah adalah petunjuk, sabar adalah sinar yang memancar, dan Al-Qur’an adalah hujjah argumen dalam pembicaraanmu. Setiap manusia pada waktu pagi hari, hakekatnya harus memperjual belikan dirinya. Ada kalanya ia laba selamat dari maksiat dan ada kalanya rugi terseret maksiat Hadist Riwayat Muslim 328. Imam At-Tirmidzi meriwayakan bahwa; Allah SWT sangat mencintai hamba-hamba-Nya yang membersihkan اللَّهَ تَعَالى طَيِّبٌ يُحِبُّ الطَّيِّبَ نَظِيفٌ يُحِبُّ النَّظَافَةَ كَرِيمٌ يُحِبُّ الْكَرَمَ جَوَادٌ يُحِبُّ الْجُودَ فَنَظِّفُوا أَفْنِيَتَكُمْ “Sesungguhnya Allah swt. Itu baik, Dia menyukai kebaikan. Allah itu bersih, Dia menyukai kebersihan. Allah itu mulia, Dia menyukai kemuliaan. Allah itu dermawan ia menyukai kedermawanan maka bersihkanlah olehmu tempat-tempatmu.” HR. TirmidziSebagai ilustrasi, bila kita hendak berjumpa dengan seseorang yang penting seperti pejabat pemerintah, presiden, menteri, anggota DPR, Kepala Desa, atau pun ketua RT, kita buru-buru untuk membersihkan diri. Begitu pula ketika menghadap atau akan berjumpa dengan orang yang terkasih, maka kita seringkali menggunakan pakaian terbaik dan terindah ditambah dengan pewangi agar lebih harum. Karena itu, sudah sepantasnya bila hendak menghadap kepada Allah SWT hendaknya melakukan hal serupa bahkan lebih indah lagi. Wallahu A’lamu Bish-Shawab.Syahruddin El Fikri, Jurnalis Republika, Khadimul Rumah Berkah. hadistentangkebersihan bersih wudhu tayamum mandi kebersihan hadiskebersihan rumahberkah syahruddinelfikri Ilustrasi berdoa. Foto PixabayMengajarkan kepada anak untuk membaca doa terlebih dahulu sebelum melakukan segala aktivitas adalah keharusan. Terutama saat hendak makan. Tapi, mengapa kita harus berdoa sebelum makan? Dalam Islam, berdoa sebelum makan bisa jadi bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas rezeki yang telah diberikan. Berdoa sebelum makan pun bertujuan untuk menjaga keberkahan makanan yang akan disantap, sekaligus agar setan tidak ikut makan bersama kita. Agar lebih paham mengapa kita harus berdoa sebelum makan, simak ulasan di bawah Kita Harus Berdoa Sebelum Makan?Rasulullah SAW selalu memberikan contoh kepada umatnya untuk berdoa terlebih dahulu sebelum melakukan segala aktivitas. Begitu pula sebelum makan, kita harus berdoa sebagai rasa syukur dan juga melindungi diri dari setan. Hal ini sesuai dengan hadis dari Aisyah RA berikut ini“Apabila salah di antara kalian makan, maka hendaknya ia menyebut nama Allah Ta'ala. Jika ia lupa menyebut nama Allah Ta'ala di awal, hendaknya ia mengucapkan Bismillaahu wa aakhirohu dengan nama Allah pada awal dan akhirnya.” HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi.Ilustrasi berdoa. Foto PixabayDijelaskan dalam buku Doa-Doa Rasulullah Sehari-Hari dan Sepanjang Masa oleh Lutfi Yansyah, doa adalah permohonan seorang hamba kepada Tuhan agar diberikan anugerah, baik untuk diri sendiri maupun orang dengan berdoa sebelum makan, kita tidak hanya mendoakan diri sendiri namun juga untuk orang-orang yang telah berjasa atas apa yang telah kita makan. Ada pun bacaan doa sebelum makan yang bisa diamalkan umat Muslim adalah sebagai berikutاَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْمَا رَزَقْتَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِAlaahumma barik lanaa fiimaa razaqtanaa waqinaa adzaa bannarArtinya “Ya Allah, berkahilah untukku dalam sesuatu yang Engkau rezekikan kepadaku, dan peliharalah aku dari siksa neraka.”Adab Saat MakanIlustrasi berdoa. Foto PixabaySelain membaca doa, anak juga perlu juga diajarkan dan dibiasakan mengenai adab saat makan. Berikut ini adalah beberapa adab saat makan menurut Islam, seperti dikutip dari buku Doa Anak Muslim Sehari-hari oleh Tim DutaCuci tangan sebelum dengan tangan menggunakan ketiga jari, yaitu ibu jari, jari telunjuk, dan jari dalam posisi mencela makanan yang tidak yang juga untuk mengajarkan kepada anak tentang berbagi makanan dengan saudara atau teman dan tidak membuang-buang makanan. Apabila telah selesai makan, hendaklah membaca doa sesudah dalam buku Doa-doa pilihan bergambar Arab-Inggris-Indonesia untuk anak & pemula karya Murodh Nurikhsan, berikut bacaan doa setelah makanاَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْنَ اَطْعَمَنَا وَسَقَانَا وَجَعَلَنَا مِنَ الْمُسْلِمِيْنَAlhamdu lillahhil-ladzi ath-amanaa wa saqaana waja’alanaa minal muslimiinArtinya “Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami termasuk golongan orang muslim.”Bagaimana bacaan doa sebelum makan?Apa bacaan doa sesudah makan?Apa saja adab makan dalam Islam? Tawakal artinya berserah diri kepada Allah Swt. atas hasil usaha kita setelah berusaha dengan sungguh-sungguh dan berdoa. Al-Qur’an Surat Ali Imran Ayat 159. فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلْقَلْبِ لَٱنفَضُّوا۟ مِنْ حَوْلِكَ ۖ فَٱعْفُ عَنْهُمْ وَٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ وَشَاوِرْهُمْ فِى ٱلْأَمْرِ ۖ فَإِذَا عَزَمْتَ فَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَوَكِّلِينَ “Maka berkat rahmat Allah engkau Muhammad berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu. Karena itu maafkanlah mereka dan mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sungguh, Allah mencintai orang yang bertawakal.” QS. Ali Imran 159 Kandungan Al-Qur’an Surat Ali Imran Ayat 159. Ayat ini mengandung pesan-pesan mulia bagi umat Nabi Muhammad Saw. Melalui ayat ini Allah Swt. menyatakan bahwa Rasulullah saw. memiliki kepribadian yang lemah lembut, santun, dan berbudi pekerti luhur. Akhlak mulia Rasulullah saw. tersebut merupakan rahmat dari Allah Swt. Rahmat Allah Swt. merupakan karunia sangat berharga bagi kehidupan seorang manusia. Kita harus berusaha dan berdoa supaya mendapat rahmat dari Allah Swt. Usahausaha untuk mendapatkan rahmat Allah Swt. diantaranya dengan selalu mendekatkan diri kepada-Nya, melaksanakan semua perintah dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Rasulullah saw. tidak bersikap keras dan tidak berhati kasar kepada orang-orang di sekeliling Nabi. Jika Nabi bersikap keras dan berhati kasar tentu orang-orang di sekeliling Nabi akan menjauhkan diri. Pada dasarnya setiap orang ingin diperlakukan lemah lembut dan dihargai pendapatnya. Sikap keras dan kasar kepada orang lain hanya akan menyemai permusuhan. Padahal Islam mengajarkan kasih sayang kepada sesama. Sikap santun, lemah lembut seperti ini harus ditunjukkan dalam pergaulan sehari-hari. Akhlak mulia seperti ini akan menarik simpati orang lain sehingga mereka makin dekat dan akrab dengan kita. Melalui ayat ini Allah Swt. memerintahkan Nabi Muhammad Saw. untuk memaafkan dan memohonkan ampun atas dosa dan kesalahan orang lain, terutama sahabat-sahabat Nabi Muhammad Saw. Demikian pula dengan kita, sebelum seseorang meminta maaf kepada kita hendaknya kita memberi maaf terlebih dahulu. Dengan saling memaafkan maka hidup menjadi tenang, harmonis dan tercipta kerukunan. Lebih dari itu, ayat ini juga memerintahkan untuk mendoakan orang lain agar mendapat ampunan dari Allah Swt. Berdoa kepada Allah Swt. merupakan inti ibadah dalam Islam. Melalui doa itu kita meminta segala sesuatu kepada Allah Swt. Dan kita berharap Allah Swt. mengabulkan semua doa kita. Namun, Islam mengajarkan untuk mendoakan orang lain, bukan hanya berdoa untuk diri sendiri. Di antara doa terbaik untuk orang lain adalah berdoa agar Allah Swt. mengampuni semua dosa dan kesalahannya. Nabi Muhammad Saw. adalah manusia paling sempurna di muka bumi dan tentu bisa menyelesaikan semua masalah dengan petunjuk Allah Swt. Meski demikian, Nabi Muhammad Saw. bermusyawarah dengan para sahabat untuk menyelesaikan masalah. Nabi Muhammad saw. mengajak para sahabat untuk ikut memikirkan solusi atas masalah yang dihadapi ketika itu. Musyawawah bertujuan mencari solusi terbaik atas sebuah masalah. Agar tujuan ini tercapai, perlu dijunjung tinggi etika bermusyawarah. Etika tersebut diantaranya bersikap lemah lembut, santun dalam berpendapat, menghargai pendapat orang lain, dan tidak mudah menyalahkan orang lain. Jika hasil musyawarah sudah diputuskan maka semua harus menerima dan melaksanakannya. Hasil musyawarah dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan bertawakal kepada Allah Swt. Allah Swt. mencintai orang-orang yang bertawakal. Tawakal artinya menyerahkan hasil usaha kepada Allah Swt. Manusia wajib berusaha sekuat tenaga, setelah itu pasrahkan hasilnya kepada Allah Swt. Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang kandungan Al-Qur’an surat Ali Imran Ayat 159. Tentang tawakkal atau berserah diri kepada Allah Swt. Semoga kita selalu optimis dan jauh dari sifat putus asa. Aamiin. Sumber Buku Pendidikan Agama Islam Kelas IX SMP, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2015. Kunjungilah selalu semoga bermanfaat. Aamiin.

sebelum berserah diri kepada allah hendaknya kita terlebih dahulu